Desainer Laely Indah Lestari Raih Gelar Doktor dengan IPK 4.0

Desainer Laely Indah Lestari Raih Gelar Doktor dengan IPK 4.0

Desainer Laely Indah Lestari dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dengan IPK sempurna 4,0.

Jakarta – Desainer wastra ternama, Laely Indah Lestari resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, dengan predikat sangat membanggakan. Ini bukan kelulusan biasa, melainkan pernyataan kuat tentang dedikasi perempuan Indonesia di ranah intelektual.

Laely Indah Lestari dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, prestasi yang jarang diraih dalam waktu singkat. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 4,00, ia menyelesaikan studi doktoral hanya dalam dua tahun.

Pencapaian ini diperkuat dengan visi besar yang dibawa Laely Indah Lestari untuk kemajuan literasi budaya Indonesia lewat jalur pendidikan formal. Ia membuktikan gelar akademis tertinggi bisa dicapai tanpa harus mengorbankan karier di dunia seni Tanah Air.

“Indonesia memerlukan kerangka komunikasi budaya yang lahir dari tanahnya sendiri,” kata Laely Indah Lestari lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Selasa (24/2/2026). Gelar S3 didapat dengan riset mendetail. Ia meriset dinamika sosial budaya di berbagai penjuru Indonesia. Fokus riset lalu dituangkan ke disertasi yang menawarkan kontribusi substantif bagi dunia ilmu pengetahuan, khususnya bidang komunikasi. Laely Indah Lestari memperkenalkan model komunikasi budaya: Tanah-Tangan-Tutur.

Tanah-Tangan-Tutur lahir dari kegelisahan akan perlunya teori komunikasi yang berakar kuat pada identitas lokal Nusantara namun tetap kompetitif. Laely Indah Lestari menjelaskan, tanah merefleksikan asal-usul. Tangan adalah karya. Tutur sebagai penyampai pesan.

Diskusi dan Kepedulian

Ketiganya adalah kesatuan yang tak terpisahkan dalam budaya masyarakat Indonesia. Inovasi ini diharapkan menjadi landasan baru bagi para akademisi dalam membedah fenomena komunikasi di Indonesia. Keyakinan terhadap model ini didasari keinginan membawa perspektif lokal ke ranah diskusi internasional yang selama ini didominasi teori Barat. “Model ini langkah awal membangun teori komunikasi Nusantara yang relevan dengan percakapan global,” jelasnya.

Belajar Adalah Perjalanan Seumur Hidup

Sebagai perwakilan wisudawan terbaik, Laely Indah Lestari berpidato. Dalam pidato, ia menyebut belajar adalah perjalanan seumur hidup yang tidak boleh dibatasi usia, peran sosial, dan jabatan. Baginya, gelar doktor hanya satu titik dari proses panjang untuk berkontribusi bagi bangsa.

Dalam kesempatan itu, Laely Indah Lestari mengajak rekan-rekannya mengedepankan empati dan integritas dalam menjalankan profesi. “Kecerdasan tanpa kepedulian sosial hanya akan menghasilkan individu hampa dan kurang bermanfaat,” ucap Laely Indah Lestari.

Kecerdasan dan Kepedulian

Di pengujung pidato, Laely Indah Lestari mengingatkan, kemajuan Indonesia bergantung pada kemampuan generasi muda untuk mendengar dan mengimplementasikan ilmu mereka. “Bangsa ini tidak hanya memerlukan individu dengan legitimasi akademik tinggi, tapi juga manusia yang memiliki empati dan kepedulian,” imbuhnya seraya menekankan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *