Penyerang Ariana Grande Ditindak Tegas Singapura

Penyerang Ariana Grande Ditindak Tegas Singapura

Pelaku penyerangan Ariana Grande adalah Johnson Wen, influencer asal Australia.

Jakarta Ariana Grande mengalami gangguan saat dirinya sedang berada di karpet merah premiere Wicked : For Good di Singapura pada 13 November 2025 lalu. Pasalnya seorang pria nekat melompati dan menyerbu karpet merah dan mencoba untuk mendekati rombongan Ariana Grande.

Dilansir dari berbagai media termasuk CBS dann BBC News, pria tersebut bernama Johnson Wen yang berasal dari Australia. Pria berusia 26 tersebut ternyata merupakan seorang influencer yang menggunakan nama julukan “Pyjama Man”.

Kini pria tersebut telah dipulangkan ke negara asalnya, dideportasi dari Singapura saat dirinya menyelesaikan hukuman penjara.

Dengan aksi nekatnya tersebut, Johnson Wen dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Singapura karena menganggu ketertiban umum dan dijatuhi hukuman sembilan hari penjara. Wen sempat memberikan pembelaannya kepada hakim dengan mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kronologi Kejadian

Dalam rekaman kejadian tersebut, Johnson Wen menarik Ariana Grande yang sedang berjalan bergandengan tangan dengan pemeran lainnya seperti Cynthia Erivo, Michelle Yeoh dan Jeff Goldblum. Erivo dan pihak keamanan yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas dan bertindak untuk menarik Johnson menjauh dari Ariana.

Insiden tersebut tentunya membuat ramai media sosial. Di sisi lain terungkap bahwa Johnson mencoba mendekati Ariana untuk kedua kalinya, tetapi hal tersebut berhasil diamankan oleh pihak kemanan sebelum dia mencapai Ariana Grande.

Klarifikasi dari Erivo

Dilansir dari Entertainment Daily, Cynthia Erivo angkat bicara soal kejadian tersebut. “Saya benar benar tidak berpikir, saya hanya ingin memastikan teman saya aman,” ujarnya.

Pemeran Elphaba ini menambahkan, “Saya yakin dia tidak bermaksud menyakiti kami, tetapi kita tidak pernah tahu dengan hal hal seperti itu, dan saya ingin memastikan dia (Ariana) baik baik saja. Itu naluri pertamanya,” tambahnya.

Erivo sebelumnya merujuk pada insiden tersebut selama sesi tanya jawab dengan Grande dan lawan mainnya di acara pemutaran film khusus Screen Actors Guild Sabtu lalu.

“Kita telah melewati banyak hal buruk. Kita telah melewati banyak hal dalam hidup kita, dalam pekerjaan kita sehari-hari” ungkapnya.

Istimewa Karya Ini

Di saat yang sama, Cynthia Erivo juga mengungkapkan ”Maksudku, bahkan minggu lalu. Jujur saja, demi Tuhan, kita harus benar-benar menghadapi banyak hal, dan film ini telah memungkinkan kita untuk berkembang sebagai pribadi, sebagai teman, sebagai saudara perempuan, sebagai seniman, sebagai aktris.”

Ariana Grande terlihat meneteskan air mata saat Erivo menyatakan bahwa inilah istimewanya karya ini, dan dia akan merindukan kebersamaan dengan sekelompok orang ini terus menerus.

“Karena Anda tidak sering mendapatkan sekelompok orang sedekat ini di lokasi syuting. Anda tidak sering mendapatkan keluarga seperti ini, dan kami telah mendapatkannya. Sungguh keberuntungan besar menjadi bagian dari ini,” Tambahnya.

Meskipun Ariana Grande belum berkomentar mengenai situasi ini, Namun basis penggemarnya dengan cepat mengecam tindakan Wen di media sosial dan menuduhnya menyebabkan trauma ulang bagi penyanyi tersebut.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *