Umi Pipik Wanti-Wanti Umat Muslim soal Bulan Ramadan

Umi Pipik Wanti-Wanti Umat Muslim soal Bulan Ramadan

Umi Pipik makin berlipat ganda dalam bulan Ramadan tahun ini.

Jakarta – Umi Pipik menyambut datangnya Bulan Ramadan dengan penuh suka cita. Menurut Umi Pipik, persiapan yang paling penting justru terletak pada kesiapan hati dan mental untuk menjalani bulan penuh ampunan ini.

Umi Pipik menekankan bahwa perasaan bahagia adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap muslim saat Ramadan tiba. Menurutnya, jika ada seorang muslim yang tidak merasa gembira dengan kedatangan bulan ini, maka kondisi keimanannya perlu dipertanyakan.

“Alhamdulillah, persiapannya ya mungkin sama kayak yang lain-lain ya, nyiapin mental lah. Biar bagaimanapun nyambut Ramadan harus bahagia. Seorang muslim kalau nggak bahagia nyambut Ramadan harus ditanyakan hatinya,” ujar Umi Pipik di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026).

Umi Pipik mengingatkan bahwa Bulan Ramadan adalah kesempatan emas bagi manusia yang tidak memiliki untuk mengejar pahala sebanyak-banyaknya. Apalagi Ramadan penuh dengan ampunan, dan nilai kebaikan dilipatgandakan.

“Kenapa harus bahagia? Karena ketika Ramadan pintu surga dibuka. Ini kesempatan kita semuanya, kita belum tentu dijamin masuk surga. Makanya Allah kasih nih Ramadan satu bulan, buat kita ngejar surga,” paparnya.

Umi Pipik Menata Hati

Tidak hanya soal terbukanya pintu surga, Ramadan juga menjadi waktu di mana gangguan dari hal-hal negatif diminimalisir. Keyakinan inilah yang membuat Umi Pipik merasa perlu untuk menata hati agar bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan maksimal.

“Pintu neraka ditutup, setan-setan yang paling bandel sekalipun dibelenggu semuanya. Jadi kita harus bahagia semuanya. Jadi lebih nyiapin hati,” tambahnya.

Kehadiran Cucu Umi Pipik

Kebahagiaan Umi Pipik tahun ini seolah berlipat ganda dengan kehadiran cucu pertamanya dari pasangan Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri. Suasana rumah yang semakin ramai memberi energi positif tersendiri dalam menjalani ibadah puasa.”Makin spesial, makin rame,” ucapnya singkat.

Umi Pipik Atur Jadwal demi Keluarga

Demi menjaga kualitas ibadah dan momen kebersamaan keluarga, Umi Pipik harus mengatur jadwal pekerjaannya dengan seksama. Ia membatasi pekerjaan hanya di pagi hari, agar sorenya bisa fokus melayani anak dan cucu di rumah.

“Kerjaan tetep ada, tapi mungkin pagi ya. Kalau sore harus balik ke rumah,” pungkas Umi Pipik.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *