Jakarta – Virzha tak bisa menyembunyikan rasa bangga saat menceritakan kepribadian sang ayah yang baru saja meninggal dunia pada usia 69 tahun. Baginya, sang ayah bukan orang tua biasa, melainkan pahlawan yang menunjukkan ketegaran luar biasa di tengah cobaan penyakit.
Virzha menggambarkan ayahnya memiliki jiwa satria karena tak pernah menunjukkan kelemahan di depan anak-anak. Padahal, Virzha tahu betul ayahnya sedang bertarung dengan rasa sakit akibat komplikasi penyakit. “Dia itu satria menurutku. Dia itu orang yang gagah,” ujar Virzha di rumah duka, kawasan Tangerang Selatan, pada Jumat (22/5/2026).
Meski menderita beberapa penyakit, Virzha menyebut almarhum tetap berusaha terlihat kuat dan tegar di mata keluarga. Virzha mengagumi kemampuan ayahnya dalam menyembunyikan penderitaan fisik agar tidak membuat orang lain khawatir.
“Biarpun dia sakitnya kita bisa nilai dari gerak-geriknya kan itu sakit banget rasanya tapi dia bisa menahan itu semua,” ungkapnya.
Karakter kuat sang ayah terlihat dari sikapnya yang tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya yang makin hari makin turun. Almarhum justru sering mengalihkan suasana sedih menjadi ceria dengan selera humor yang tinggi.
“Dan dia tidak mau kelihatan sakit juga, dan dia tidak pernah mengeluh juga. Malah dia sering bercanda,” kenang Virzha.
Lampiaskan Rasa Sakit dengan Bercanda
Menurut Virzha, metode sang ayah dalam menghadapi rasa sakit melalui candaan segar yang menghibur orang di sekitarnya. Hal ini membuat kepergian sang ayah terasa begitu tiba-tiba bagi Virzha karena almarhum selalu tampak bersemangat.
“Dia sering melampiaskan rasa sakit lewat candaan biasanya itu. Nah itu yang selalu aku ingat yang ya bisa dibilang menyangka tidak menyangka gitu kok tiba-tiba jadi drop banget,” tuturnya.
TPU Jombang, Tanggerang
Kepergian sang ayah yang terjadi pada jam 13:28 WIB itu meninggalkan lubang besar di hati keluarga, namun mereka sudah mengikhlaskan kepergian sang “satria.” Virzha bersyukur bisa mendampingi saat-saat terakhir ayahnya berjuang melawan gagal ginjal.
Setelah sempat disemayamkan di rumah duka, jenazah ayah Virzha dimakamkan di TPU Jombang, Tanggerang. Prosesi pemakaman ayah Virzha dilakukan bada asar pukul 17.00 WIB.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/6629317/original/075998500_1779462162-virzha_2.jpeg)